Genap usia 6 tahun, penulis baru masuk sekolah
dasar, SDN-Cipicung, pada tahun 2002. Sejak duduk di bangku kelas 1 SD sampai
kelas 9 SMP, penulis mempunyai sifat pendiam berbeda dengan teman-teman yang
lainnya, bermain kesana-kemari, dan jarang sekali ngobrol dengan teman-temannya
baik yang laki-laki ataupun yang perempuan, kecuali mengobrol hal-hal yang
bermanfaat. Inilah bentuk curahan nasehat dari Ustadz Azam kepada kami pada
saat itu, ustadz menasehati kami agar tidak banyak tingkah, banyak ngobrol dan
banyak bermain hingga akibatnya akan lupa waktu untuk ibadah dan juga belajar
serta mengaji. Mata pelajaran yang sangat disukai penulis adalah Pendidikan
Agama Islam (PAI). Nilai pun yang diberikan guru-guru kepada penulis,
besar-besar. Setelah lulus dari SD penulis berkeinginan untuk melanjutkan ke
SMP, tapi banyaknya kebutuhan ekonomi keluarga tidaklah mencukupi. Mulai dari
pendidikan kakak-kakak penulis yang masih sekolah dan ada yang masih di
pesantren, serta kebutuhan yang lainnya. penulis tidak melanjut sekolah karena
pada saat itu belum ada BOS dari pemerintah. Akhirnya penulis memutuskan
memilih untuk tidak melanjutkan ke SMP, tapi melanjutkan pendidikannya ke
pondok pesantren Miftahul Muta’alimin, pondok Ustadz Azam dulu. Penulis
beranggapan karena biaya mondok lebih murah dibanding dengan biaya SMP.
Dua tahun kemudian setelah
penulis mondok di pondok tersebut, akhirnya ada dana BOS dari pemerintah,.
Penulis disarankan dan dinasehati oleh santri yang sudah lama mondok disana untuk
melanjutkan sekolah. Karena dia menyadari dengan penyesalannya saat itu, bahwa
dulu dia tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang sekolah SMP, dan hanya
tamatan SD saja. Setelah mendapatkan pencerahan dari santri itu, penulis
berbincang-bincang dengan guru di pondok dan orang tua dirumah, penulis
bermaksud untuk melanjutkan sekolah ke jenjang MTS dengan gratis. Sambutan
hangat dan suplai dorongan dari mereka mengizinkan penulis untuk melanjutkan
sekolah ke tingkat MTS. Saat itu penulis mendaftar dan resmi sekolah di MTS
Fatahilah-Pangkalan-Ciawigebang pada tahun 2010. Dan tugas penulis, selain
memikirkan pelajaran pondok juga harus memikirkan tugas sekolah.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Keluarga Bahagia Rezeki Lancar
Siapa yang tidak menginginkan keluarganya bahagia, pasti semua orang di dunia ini menginginkan dan mendamba-dambakan momen itu. Sebab dida...
-
Kesetiaan,,, adalah kesiapan untuk bersama. Ketika kita menginjak dewasa, maka kita membutuhkan teman hidup untuk bersama, dunia dan a...
-
Sahabat.....Sungguh syaitan lebih halus menggoda manusia, bahkan lebih halus daripada darah yang mengalir dalam tubuh kita... Semoga All...
-
Waktu adalah sesuatu yang amat berharga nilainya. Sehingga waktu dijuluki oleh orang barat adalah " Time is money (Waktu adalah uan...
No comments:
Post a Comment