Saturday, July 27, 2019

RANJAU MERAH KKN

Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat...

Dalam partisipasi untuk mewujudkan estapeta generasi bangsa yang cerdas dan bermoral berlandaskan pancasila sesuai dengan cita-cita negara yang tertuang pada UUD 1945. Tentunya keterlibatan eksistensi peran mahasiswa sebagai salah satu pioner agen of change dimata masyarakat haruslah ada. Dengan intelek yang kompeten serta teori-teori yang dimiliki mereka. Maka diharapkan mahasiswa mampu untuk membantu dan menjembatani beberapa program unggulan disetiap wilayah yang sedang digarap atau program-program yang belum terancangkan oleh masyarakat. Dengan ide-ide cemerlang yang dimiliki mahasiswa serta bahu-membahu satu sama lain bersama masyarakat, insya Allah program tersebut akan terealisasikan dengan hasil yang sangat baik.

Eksistensi mahasiswa sebagai objek ditengah-tengah masyarakat tentunya harus mempunyai prilaku etika dan sopan santun. Mulai dari pembicaraannya, penampilannya, sikap dan tingkah lakunya. Jangan sampai kebiasaan buruk di kampus atau dirumah dibawa-bawa ke masyarakat karena bisa berakibat patal pada akhirnya. Misalnya seperti berkata-kata kotor, hindari penggunaan bahasa intelek kepada masyarakat awam, penampilan yang berlebihan make up, perhiasan atau berpakaian yang mengundang syahwat, dan ataupun cilok (cinta lokasi) yang kerap terjadi pacaran dengan sesama teman anggota kkn yang lainnya atau dengan orang pribumi aslinya. Apalagi jika satu kelompok itu dalam satu rumah bercampur baur antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu harus izin terlebih dahulu kepada pemerintah desa dan warga setempat. Selain itu, mahasiswa juga harus mengetahui batasan-batasannya saat berinteraksi dengan teman lawan jenisnya apalagi hingga sampai bersentuhan tangan dan sebagainya. Agar tidak sampai hal-hal yang buruk terjadi seperti perzinahan. Oleh sebab itu janganlah berpacaran dan pakailah busana yang tertutup auratnya.

Dalam merubah prilaku dari yang buruk kepada yang baik, bukan hanya pada saat kkn saja melainkan harus tertanam dan mengakar didalam diri. Sekecil apapun kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa terlebih itu ranah prilaku dimata masyarakat, maka masyarakat akan menilai mahasiswa itu jauh lebih ketat dan tajam daripada penilaian oleh dosen pada saat berada di kelas. Oleh karena itu hal-hal seperti ini harus diperhatikan dalam menjaga nama baik pribadi, keluarga, instansi dan universitas yang bersangkutan. Keberadaan mahasiswa tentunya harus memberikan kesan yang baik kepada masyarakat. Dan feedbacknya insya allah masyarakatpun akan menyambutnya dengan baik pula. Bisa jadi segala keperluan ataupun kebutuhan yang dibutuhkan pada saat dilapangan setidaknya mendapatkan subsidi dari masyarakat setempat.

Mahasiswa adalah merupakan tonggak tunas harapan bangsa, merekalah yang akan menggantikan para pemimpin dimasa mendatang. Dan mahasiswa adalah cerminan bagi masyarakat. Jika mahasiswanya bijak, bertanggungjawab, amanah, berprilaku terpuji. Maka masyarakatnya pun insya allah akan menjadi masyarakat yang madani dan agamis.

Semoga bermanfaat yaa...

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

 by Hamdan za
Kuningan, Sabtu 27 Juli 2019

Keluarga Bahagia Rezeki Lancar

  Siapa yang tidak menginginkan keluarganya bahagia, pasti semua orang di dunia ini menginginkan dan mendamba-dambakan momen itu. Sebab dida...