Sahabat...
Dalam partisipasi untuk mewujudkan estapeta generasi bangsa yang
cerdas dan bermoral berlandaskan pancasila sesuai dengan cita-cita negara yang
tertuang pada UUD 1945. Tentunya keterlibatan eksistensi peran mahasiswa
sebagai salah satu pioner agen of change dimata masyarakat haruslah ada.
Dengan intelek yang kompeten serta teori-teori yang dimiliki mereka. Maka
diharapkan mahasiswa mampu untuk membantu dan menjembatani beberapa program
unggulan disetiap wilayah yang sedang digarap atau program-program yang belum
terancangkan oleh masyarakat. Dengan ide-ide cemerlang yang dimiliki mahasiswa
serta bahu-membahu satu sama lain bersama masyarakat, insya Allah program
tersebut akan terealisasikan dengan hasil yang sangat baik.
Eksistensi mahasiswa sebagai objek ditengah-tengah masyarakat
tentunya harus mempunyai prilaku etika dan sopan santun. Mulai dari
pembicaraannya, penampilannya, sikap dan tingkah lakunya. Jangan sampai
kebiasaan buruk di kampus atau dirumah dibawa-bawa ke masyarakat karena bisa
berakibat patal pada akhirnya. Misalnya seperti berkata-kata kotor, hindari penggunaan
bahasa intelek kepada masyarakat awam, penampilan yang berlebihan make up,
perhiasan atau berpakaian yang mengundang syahwat, dan ataupun cilok (cinta
lokasi) yang kerap terjadi pacaran dengan sesama teman anggota kkn yang lainnya
atau dengan orang pribumi aslinya. Apalagi jika satu kelompok itu dalam satu
rumah bercampur baur antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu harus izin
terlebih dahulu kepada pemerintah desa dan warga setempat. Selain itu,
mahasiswa juga harus mengetahui batasan-batasannya saat berinteraksi dengan
teman lawan jenisnya apalagi hingga sampai bersentuhan tangan dan sebagainya. Agar
tidak sampai hal-hal yang buruk terjadi seperti perzinahan. Oleh sebab itu
janganlah berpacaran dan pakailah busana yang tertutup auratnya.
Dalam merubah prilaku dari yang buruk kepada yang baik, bukan hanya
pada saat kkn saja melainkan harus tertanam dan mengakar didalam diri. Sekecil
apapun kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa terlebih itu ranah prilaku dimata
masyarakat, maka masyarakat akan menilai mahasiswa itu jauh lebih ketat dan
tajam daripada penilaian oleh dosen pada saat berada di kelas. Oleh karena itu
hal-hal seperti ini harus diperhatikan dalam menjaga nama baik pribadi,
keluarga, instansi dan universitas yang bersangkutan. Keberadaan mahasiswa
tentunya harus memberikan kesan yang baik kepada masyarakat. Dan feedbacknya insya
allah masyarakatpun akan menyambutnya dengan baik pula. Bisa jadi segala keperluan
ataupun kebutuhan yang dibutuhkan pada saat dilapangan setidaknya mendapatkan
subsidi dari masyarakat setempat.
Mahasiswa adalah merupakan tonggak tunas harapan bangsa, merekalah
yang akan menggantikan para pemimpin dimasa mendatang. Dan mahasiswa adalah
cerminan bagi masyarakat. Jika mahasiswanya bijak, bertanggungjawab, amanah,
berprilaku terpuji. Maka masyarakatnya pun insya allah akan menjadi masyarakat
yang madani dan agamis.
Semoga bermanfaat yaa...
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
by Hamdan za
Kuningan, Sabtu 27 Juli 2019