Monday, April 29, 2019

12. AKSI BELA ISLAM


    Hamparan manusia memenuhi jalanan raya di sekitar monas hingga istana Negara bak segerombolan semut yang amat banyak sedang berkumpul menemukan sebuah makanan yang besar dan banyak. Hebohnya surat al Maidah ayat 52 yang di lecehkan oleh Guberbur DKI, Basuki Cahya Purnama (Ahok) yang pada saat berpidato di kepulaun seribu yang diapload di media sosial membuat gempar pecah amarah barisan kaum Muslimin seantero Nusantara. Dari para kiyai, para ustadz, tokoh masyarakat, ormas-ormas Islam, dan mahasiswa pun ikut menuntut agar Ahok diproses dengan hukum karena telah mencemar nama baik kitab Umat Islam.
Saat itu penulis bergerak di bawah organisasi PUI (Persatuan Umat Islam) yang di komandoi oleh Dr. Engkos Kosasih, seorang dekan Fakultas  Ushuluddin juga di Universitas UIN Sunan Gunung Djati Bandung. kala itu penulis masih semester 1 dan berangkat bersama anggota PUI yang lainnya, dan bersama organisasi KAMMI. Kami semua berangkat dari markas pusat PUI di Jawa Barat, tepatnya di Ujung Berung-Bandung. Ada 8 bus yang di berangkatkan menuju Jakarta untuk Aksi Bela Islam. Saat itu dipimpin oleh Kang Iman Budiman, seorang pemimpin di bagian kepengurusan Pemuda PUI Jawa Barat.
Setelah sampai di Jakarta, kami memasang strategi bagimana agar aksi bela islam 411 ini berjalan dengan lancar tanpa adanya kekerasan dengan aparatur jajaran kepolisian dan TNI.  Pertemuan kami di Jakarta, bukan hanya saja dari ormas-ormas islam jabar saja, tetapi ormas-ormas dari pelosok Nusantara pun hadir demi menegakkan hukum, bahwa penista agama harus di proses secara hukum. Gema suara bergerumuh takbir dan banyak yang orator di depan istana Negara. Dari PUI menciptakan yel-yel dengan nada lagu cikcak di dinding.  “Tangkap,tangkap, tangkap si Ahook, tangkap si ahok sekarang juga..”.            Selain itu ternyata ada beberapa puluh orang yang memprovokasi dari kalangan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka menginjak-injak taman istana Negara. Hingga akhirnya jajaran kepolisian dan TNI membubarkan dengan cara paksa. Kemudian aksi tersebut langsung diliput oleh salahsatu stasiun televisi yaitu metro tv. Bahwasanya aksi bela islam telah melanggar tata tertib  demonstrasi, yaitu menginjak-injak tanaman sepanjang jalanan hingga sampai istana Negara tidak hanya itu, metro tv juga menginformasikan bahwa masa yang ikut demontrasi hanya beberapa ribu saja, padahal jumlahnya banyak hingga jutaan. Saat itu juga kami dari ormas PUI membuat yel-yel metro tv jadi metro tivu .
Setelah aksi selesai dan keesokan harinya penulis mulai masuk kampus seperti biasa, tiba-tiba bertemu dengan dosen Ilmu Hadits (Bu Dadah), “Kemana kamu kemarin tidak ikut ulangan pelajaran saya?”, Ujarnya.
“Maaf Bu sebelumnya, kemarin saya ikut aksi bela Islam ke Jakarta.”, jawab penulis (dengan deg-degan).
“Oooh ikut aksi… ooh bagus-bagus. Meskipun kamu tak ikut ulangan pelajaran saya, nilai kamu sudah A.” (tambah dosen).
“Alhamdulillah,, terimakasih bu”, (merasa lega dengan mengusap dada).

No comments:

Post a Comment

Keluarga Bahagia Rezeki Lancar

  Siapa yang tidak menginginkan keluarganya bahagia, pasti semua orang di dunia ini menginginkan dan mendamba-dambakan momen itu. Sebab dida...