Monday, April 29, 2019

3. MENJADI USTADZ CILIK


   Suatu ketika, sebelum menjelang waktu dzuhur tiba, penulis sedang bermain di halaman rumah nenek yang letak rumahnya tidak jauh sekitar 100 meter dari rumah penulis sendiri. Penulis kagum melihat rombongan anak-anak sebayanya yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Mereka mengenakan pakaian rapi, ada yang memakai sarung dan peci ada juga yang memakai jilbab dan mukena. Tak hanya itu mereka juga membawa buku Iqro dan ada juga yang membawa al qur’an ditangan mereka. Penulis penasaran, dan menanyakan mereka mau hendak kemana. Salah satu dari mereka menjawab, bahwa mereka akan pergi ke musholah yang letaknya tidak jauh dari rumah nenek. Mereka ingin mengaji, menimba ilmu kepada Kiyai Azam, ia adalah ustadz muda yang baru lulus mondok,  ia lulusan dari pondok pesantren Miftahul Muta’alimin, yaitu salah satu pondok pesantren salafi yang letaknya tidak terlalu jauh dari daerah tempat penulis tinggal, Yaitu di Desa Pangkalan, Kec. Ciawigebang, Kab. Kuningan. Akhirnya Penulis pun tertarik dan ikut mereka untuk mengaji dengan mengenakan kaos Scooby doo dan celana pendak bercorak kotak-kotak, karena belum ada persiapan sebelumnya. Kala itu penulis baru Iqro satu. Seiring berjalannya waktu akhirnya penulis naik ke Iqro dua.
Ustadz azam mengajar kami dengan penuh perhatian dan kesabaran, ustadz Azam juga tidak hanya mengajarkan Iqro saja, tapi ia juga mengajarkan ilmu akhlak, ia pernah mengatakan “Anak yang soleh/ sholihah adalah tabungan surga bagi orang tuanya.”  Dari sinilah, penulis mulai tertarik dengan ilmu-ilmu keagamaan. dan setiap penulis berbicara, selalu dikaitkan dengan nila-nilai keagamaan.

No comments:

Post a Comment

Keluarga Bahagia Rezeki Lancar

  Siapa yang tidak menginginkan keluarganya bahagia, pasti semua orang di dunia ini menginginkan dan mendamba-dambakan momen itu. Sebab dida...