Tuesday, September 22, 2020
Ibuku adalah Guruku
Seorang ayah hendak pulang ke kampung halamannya. Ia bernama ahmad. Ia sudah cukup lama merantau di kota, bekerja sebagai kuli bangunan. Setiap hari ia menyisihkan uang dari sebgian gajinya untuk membeli sebuah boneka dari robot mainan. Boneka robot ini ia beli dg harga yg cukup mahal, boneka robot ini untuk kado hadiah spesial milad anak gadisnya yg ke 4 tahun. Suatu ketika disaat ia naik bus hendak pulang ke rumah. Seorang balita perempuan berusia 4 tahun menangis tak henti-henti hingga membuat semua orang dlm bus itu merasa terganggu. Ibu dari si anak itu sudah mncoba beberapa kali untuk menenangkan anaknya agar tdk menangis lagi, tapi tetap nihil hasilnya. Sebagian penumpang merasa geram dan berkata2 yg kurang pantas kepada ibu itu. Hingga si ibu pun merasa bingung dan serba salah. Ahmad pun merasa kasihan pada si ibu tersebut, akhirnya ia terpaksa memberikan robot mainan tersebut kpd anak si ibu itu. "Ya Allah aku hrus ikhlaskan", gumam Ahmad dlm hatinya. Alhamdulillah anak itu pun berhenti menangis, karena terhibur oleh boneka robot unik itu. Si ibu itu hanya berucap bnyak terimakasih kpd Ahmad. Saat Ahmad pulang ke rumah, Ahmad bingung entah apa yg harus dikatakan pd anaknya tentang kado milad anaknya itu. Ahmad hnya berkata terus terang pd anaknya, Ahmad pikir anaknya pasti marah dan menangis. tpi apa dikata, anaknya berkata, "Tdk apa2 Yah. Ayah sdh pulang saja, aku sdh cukup senang. Bisa berkumpul bersamaku, juga bersama ibu". Mndengar kata2 anaknya itu, Ahmad memeluk erat anaknya dan bangga bahkan smpai menitikan air mata. Begitu baik hati anaknya itu.
Ahmad juga amat berterimakasih dan bangga pd istrinya. baginya, istrinya adalah pahlawan kedua dirumah bagi si buah hatinya dan skaligus madrasatul ula.
Kira-kira hikmah apa yg terkandung dlm kisah tsb kawan?
*Mhon maaf tdk ada unsur menyinggung bila ada kesamaan nama dg tokoh diatas.
Thursday, February 20, 2020
Kesetiaan Dalam Berumah Tangga
Kesetiaan,,,
adalah kesiapan untuk bersama.
Ketika
kita menginjak dewasa, maka kita membutuhkan teman hidup untuk bersama, dunia
dan akhirat.
Kita
butuh tempat curhat, berbagi, dan berdiskusi untuk menjadi pegangan hidup, dan
ia sekaligus adalah pasangan hidup.
Saat
kita menginjak dewasa, kita berdoa agar mendapat pasangan yang baik.
Melakukan,,,
pemilahan dan pemilihan untuk mendapatkan jodoh, karna pertimbangan; harta, kekayaan,
karena nasab, atau karna agamanya.
Tetapi
seringkali, ketika kita telah mendapat pasangan. Sebulan dua bulan terasa mesra,
tetapi setelah itu seringkali kita tergoda dengan rumput tetangga yang lebih hijau
dari rumput kita.
Sering
kita melihat pasangan orang lain lebih ideal, sering melihat pasangan orang lain
itu lebih cerdas, lebih pintar, lebih kaya. Maka ini mengakibatkan selalu percekcokan
didalam rumah tangga.
Ia tidak
puas dengan pasangan, ia selalu bertengkar dirumah tangga, tidak ada lagi kesejukan,
tidak ada lagi kedamaian didalam keluarga.
Suatu
saat suami istri memutuskan untuk bercerai, karna merasa sudah tidak ada lagi
kecocokan dintara keduanya.
Didepan
pengadilan ditanyakan “Apakah anda siap untuk bercerai?”, ditanyakan oleh sang hakim.
Ia mengatakan “Saya sudah siap. Karna sudah kami tidak sanggup mencari kedamaian
didalam rumah tangga”. Perempuannya pun menjawab bahwa “Kami pun sudah siap
bercerai karna kami sudah tidak sanggup hidup bersama”.
Dulu
ia saling mencintai, ia memilihnya sebagai jodoh, dulu ia sangat menyayangi dan
memilihnya sebagai pasangan. Ia berikrar didepan hakim untuk bercerai, terjadi
perceraian antara keduanya.
Sahabat,,,
Perceraian terjadi, karna ego masing-masing. Sahabat,,, Perceraian terjadi,
karna ia melupakan pada saat ia saling mencintai. Sahabat,,, ia bercerai, karna
ia lupa pada saat ia berupaya dan berdoa untuk mendapatkan pasangan untuk
dirinya.
Terjadilah
perceraian antara keduanya.
Ia melupakan,
bahwa beribu-ribu orang atau mungkin juga banyak sekali orang yang sampai sekarang
ini berdoa agar mendapat pasangan.
Tapi
kenapa kita menyia-nyiakan kesetiaan dari pasangan kita, tapi mengapa kita tidak
bisa memperbaiki; kesalahan, kekurangan; menyempurnakan dari kekurangan itu sehingga
tetap terbangun kesetiaan.
Sahabat,,,
Kesetiaan adalah segalanya, dan hanya dengan kesetiaan kita bisa membangun kebersamaan,
dan bisa membangun rumah tangga yang sejahtera, dan terinspirasi didalamnya.
Bandung, Kamis, 20 Pebruari 2020
Nasihat teruntuk sahabat karibku
Dari Penulis
Hamdan za
Subscribe to:
Posts (Atom)
Keluarga Bahagia Rezeki Lancar
Siapa yang tidak menginginkan keluarganya bahagia, pasti semua orang di dunia ini menginginkan dan mendamba-dambakan momen itu. Sebab dida...
-
Kesetiaan,,, adalah kesiapan untuk bersama. Ketika kita menginjak dewasa, maka kita membutuhkan teman hidup untuk bersama, dunia dan a...
-
Sahabat.....Sungguh syaitan lebih halus menggoda manusia, bahkan lebih halus daripada darah yang mengalir dalam tubuh kita... Semoga All...
-
Waktu adalah sesuatu yang amat berharga nilainya. Sehingga waktu dijuluki oleh orang barat adalah " Time is money (Waktu adalah uan...