Waktu adalah sesuatu yang amat berharga nilainya. Sehingga waktu dijuluki oleh orang barat adalah "Time is money (Waktu adalah uang)", bahkan lebih daripada itu. Sedangkan orang timur tengah menjulukinya "Al Waqtu kas syaifi ( Waktu adalah pedang)". Sungguh betapa dahsyatnya waktu bagi kita. Sampai-sampai waktu juga diabadikan oleh Allah swt dalam Qs. Al Asr ayat 1 yang berbunyi, "Wal ashr (Demi masa)". Dalam tafsir karya Syekh Mutawalli Asya'rawi bahwa kata ashr itu sendiri bila diucapkan secara umum, maka maknanya adalah waktu salat Asar. Inilah yang tergambar di benak manusia saat disebutkan kata Asar. Makna asar terkadang berpindah dari makna khusus yaitu waktu antara zuhur dan magrib saja, kepada makna “waktu” yang berlangsung sehari semalam yang tidak lepas dari kewajiban salat di dalamnya. Karena setiap waktu yang berlangsung disebut juga dalam bahasa Arab dengan istilah “Asar”.
Pada ayat tersebut, Allah swt menggunakan huruf wawu qosam, yang artinya wawu sumpah. Disini, Allah bersumpah dengan yang namanya waktu. Hal ini, Allah ingin menunjukan bahwa waktu itu perlu kita perhatikan. Jangan sampai kita melewatkan waktu-waktu kita ini dengan melakukan sesuatu yang tiada guna. Allah ingin, menekankan kepada kita, bahwa kita harus menghargai waktu dan menggunakan waktu itu sendiri dengan sebaik-baiknya dan jangan membiarkan waktu berlalu hanya begitu saja.
Waktu juga terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, waktu masa lalu. Kedua, waktu masa kini. Dan ketiga, waktu masa depan. Jadikanlah, waktu masa lalu yang buruk-buruk itu sebagai pelajaran. Yakni pelajaran di waktu masa kini, merubah diri untuk menjadi baik dan bahkan lebih baik lagi. Jangan menunda-nunda diri untuk menjadi lebih baik dengan kata "Nanti, nanti, dan nanti". Bukankah telur hari ini jauh lebih baik daripada ayam esok hari?. Karena kita tidak tahu, apa yang kita rencanakan hari ini dan sampai tibalah saatnya. Terealisasikah atau tidak. Sebab didalam sanalah terdapat intervensi swt. Saat waktu masa kini, kita gunakan untuk berubah diri kearah yang lebih baik lagi. Maka, waktu masa esok pun akan begitu cerah.
Namun, seringkali kita terlena dan disibukan oleh hal- hal duniawi, sehingga membuat diri kita ini lupa pada aspek hakikat tujuan kehidupan kita, yakni beribadah kepada Allah swt. Disadari atau tidak, bahwa adakalanya keimanan kita naik pun demikian, adakalanya keimanan kita turun. Oleh sebab itulah, kita berdoa kepada Allah swt agar senantiasa istiqomah dalam kebaikan dan bertambahnya keimanan.
17 Pebruari 2021
Alhamdulillah, tepatnya pada tanggal ini, 17 Pebruari adalah hari istimewa bagi penulis. Yakni dilahirkannya penulis. Alhamdulillah, kini penulis telah menginjak usia 25 tahun.
بارك الله فيك اخي.
ReplyDeleteTulisannya bagus. Lanjutkan.
بارك الله فيك اخي.
ReplyDeleteTulisannya bagus. Lanjutkan.
بارك الله فيك اخي.
ReplyDeleteTulisannya bagus. Lanjutkan.