Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat,,,
Seringkali kisah asmara cinta dikalangan anak muda khususnya membuat mata dan hati mereka menjadi buta. Jika mata dan hati sudah dibutakan dengan cinta, maka diantara mereka ada yang mengatakannya dengan gaya bahasa yang menarik atau istilahnya membuat baper, Seperti kalimat ini "Sepahit-pahitnya kopi yang ku minum terasa begitu manis jika kamu yang buat", "Masakan yang tak enakpun terasa nikmat jika kamu yang buat","Hidup tanpamu laksana langit tak berbintang", "Kamu bak air yang menyuburkan tanah yang gersang, menumbuhkan pepohonan, menyegarkan bunga-bunga yang layu", bahkan ada pula untaian kata yang indah seperti yang di tuliskan oleh Prof.H. Nadirsyah Hosen, Ph,D dalam bukunya yang berjudul "Tafsir Al-Qur'an di Medsos"
"Kamu perrcik Surah Al-Fajr, aku germerlap Surah Al-Lail.
Dari pagi hingga malam, Allah jaga cinta kita.
Kamu Al-Mujamil, aku-lah Al-Mudatsir.
Dalam selimut cinta yang Allah sediakan kita merebahkan diri.
Kamu Surah An-Najm, dan aku Surah Al-Buruj.
Bintang pun tersenyum melihat ketulusan cinta kita.
Kamu Surah Al-Qomar, dan aku Surah Asyams.
Saat kita berjama'ah, rembulan dan mentari cinta kita bersujud kepada Sang Maha Cinta
Kamu protes bagai Surah Al-Mujadilah, tetapi segera hening ketika Surah Ar-Rahman yang
kubaca memeluk dan memadamkan bara di hatimu.
Ujian kehidupanmu bagaikan Surah Al-Mumtahanah, tetapi Surah As-Sajdah membawa kita
untuk sujud bersama.
Engkaulah perhiasan dalam Surah A-Zukhruf, dan aku segera mengajakmu ke bilik Hujurat.
Janganlah bermuka masam seperti Surah 'Abasa, jadilah Surah Al-Insyirah agar lapang hatimu
duhai Adinda.
Cintaku itu bukti yang nyata seperti Surah Al-Bayinah. Tak sanggup angin kencang
menerbangkannya seperti Surah Adz-Dzariyat.
Kisah kita penuh cerita seperti Surah Al-Qashash,
dan semoga bertahan sampai akhir Surah Al-Qiyamah.
Cintaku tulus seperti Surah Al-Ikhlas, dan cintamu terus merambat naik menuju yang paling
tinggi seperti Surah Al-A'la.
Kamu mulai dengan a'udzubillah, aku akhiri dengan shadaqallahul adziim. Dia yang melindungi,
Dia pula yang akan membenarkan ayat cinta-Nya kepada kita".
Nah, begitulah sahabat. Indah bukan?. Sebetulnya masih banyak lagi ungkapan untaian kata-kata yang indah bagi orang yang sedang dimabuk panah cinta asmara.
Ta'aruf atau perkenalan adalah merupakan jalan yang diridhai oleh Allah swt, sebagaimana yang tertuang dalam firman-Nya Q.S Al Hujurat ayat 13. Namun, ada pula diantara mereka yang menempuhnya dengan cara yang dibenci oleh Allah swt. yaitu jalan yang dilalui syaitan. mereka lebih memilih mengikuti langkah-langkah syaitan seperti berpacaran.Kata Allah "....La taqrabuuz zinaa...." ...janganlah mendekati zinah. Mendekati saja sudah dilarang apalagi sampai melakukannya. Naudzu billahi imn dzalik. Tapi ada juga yang menyalahgunakan QS. Al-Hujurah ayat 13 ini. maksudnya bahwa Ta'aruf tapi didalamnya ada unsur-unsur yang mendekati perzinahan atau isilahnya pacaran yang dibungkus dengan ta'aruf. Kalau bagi kalangan santri yang suka humor, mereka menyebutnya dengan sebutan, "Pacaran Syar'i". hehehe...
Sahabat, Jika memang sedang berta'aruf. Maka tempuhlah dengan cara yang baik menurut syari'at Islam. Datangilah orang tuanya atau wali atasnya, bicarakanlah dengan baik-baik dengan mereka. Diterima atau tidaknya bagaimana nanti, yang penting sudah berusaha. Dan ingat! Jangan terlalu berharap kepada manusia tapi berharap penuhlah kepada Allah swt, sebab jika sangat berharap kepada manusia lalu harapanmu tidak tercapai, siap-siap akan terluka hatimu. Mintalah pasangan yang terbaik menurut-Nya bukan menurut kita. Dan bagi yang belum berta'aruf, teruslah ajukan propsal melalui doa. Mintalah kepada Allah agar dipertemukan dengan pasangan yang terbaik menurut-Nya pula.
Wassalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Semoga bermanfaat... Aamiin..
Karya Hamdan za
Bandung, Ahad 16 Juni 2019