Monday, November 14, 2022

Keluarga Bahagia Rezeki Lancar

 

Siapa yang tidak menginginkan keluarganya bahagia, pasti semua orang di dunia ini menginginkan dan mendamba-dambakan momen itu. Sebab didalam keluarga yang bahagia senantiasa tercipta aura-aura ketentraman dan kesejukan hati. Ketentraman dan kesejukan hati yang takkan pernah terbeli oleh harta kekayaan sekalipun.

Banyaknya harta benda yang dimiliki seseorang, belum tentu menjadi jaminan dapat merasakan ketentraman dan kesejukan hati yang bermuara dari sebuah keluarga. Namun, disaat kebahagiaan ditengah-tengah keluarga selalu tercipta setiap harinya, sepahit dan sekeras apapun dalam mengarungi kehidupan di dunia ini, pasti akan selalu semangat dalam menghadapinya. Sebab ada dorongan serta dukungan kekuatan dari keluarganya.

Untuk dapat menciptakan kebahagiaan di dalam rumah tangga, tentunya dapat dilakukan dengan hal-hal yang sederhana sesuai dengan tuntunan baginda Nabi Muhammad saw. Seperti solat tahajud bersama istri, mencium kening istri di setiap mau berangkat ataupun pulang kerja, makan dan minum dalam sepering dan segelas berdua bersama istri, suami membantu pekerjaan istri di rumah, istri menyediakan keperluan suami, suami mengajak jalan istri dan anak-anaknya, serta masih banyak lagi.

Ketenangan jiwa dan ketentraman hati, tentunya dapat meningkatkan kreativitas, sikap positif, optimis, serta dapat berpikir dan menemukan ide-ide cemerlang. Dari sikap positif disertai ide-ide cemerlang inilah, tentunya dapat melakukan inovasi-inovasi baru, hubungan interaksi sosial dengan banyak orang pun tentu akan tercipta dengan baik.

So, Bangunlah keluarga bahagia, Rezeki lancar tak terhingga.

 

Kuningan, Selasa 15 November 2022

Wednesday, February 17, 2021

Ada Apa Dengan Waktu?

    Waktu adalah sesuatu yang amat berharga nilainya. Sehingga waktu dijuluki oleh orang barat adalah "Time is money (Waktu adalah uang)", bahkan lebih daripada itu. Sedangkan orang timur tengah menjulukinya "Al Waqtu kas syaifi ( Waktu adalah pedang)". Sungguh betapa dahsyatnya waktu bagi kita. Sampai-sampai waktu juga diabadikan oleh Allah swt dalam Qs. Al Asr ayat 1 yang berbunyi, "Wal ashr (Demi masa)".  Dalam tafsir karya Syekh Mutawalli Asya'rawi bahwa kata ashr itu sendiri bila diucapkan secara umum, maka maknanya adalah waktu salat Asar. Inilah yang tergambar di benak manusia saat disebutkan kata Asar. Makna asar terkadang berpindah dari makna khusus yaitu waktu antara zuhur dan magrib saja, kepada makna “waktu” yang berlangsung sehari semalam yang tidak lepas dari kewajiban salat di dalamnya. Karena setiap waktu yang berlangsung disebut juga dalam bahasa Arab dengan istilah “Asar”.
     Pada ayat tersebut, Allah swt menggunakan huruf wawu qosam, yang artinya wawu sumpah. Disini, Allah bersumpah dengan yang namanya waktu. Hal ini, Allah ingin menunjukan bahwa waktu itu perlu kita perhatikan. Jangan sampai kita melewatkan waktu-waktu kita ini dengan melakukan sesuatu yang tiada guna. Allah ingin, menekankan kepada kita, bahwa kita harus menghargai waktu dan menggunakan waktu itu sendiri dengan sebaik-baiknya dan jangan membiarkan waktu berlalu hanya begitu saja.

     Waktu juga terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, waktu masa lalu. Kedua, waktu masa kini. Dan ketiga, waktu masa depan. Jadikanlah, waktu masa lalu yang buruk-buruk itu sebagai pelajaran. Yakni pelajaran di waktu masa kini, merubah diri untuk menjadi baik dan bahkan lebih baik lagi. Jangan menunda-nunda diri untuk menjadi lebih baik dengan kata "Nanti, nanti, dan nanti". Bukankah telur hari ini jauh lebih baik daripada ayam esok hari?. Karena kita tidak tahu, apa yang kita rencanakan hari ini dan sampai tibalah saatnya. Terealisasikah atau tidak. Sebab didalam sanalah terdapat intervensi  swt. Saat waktu masa kini, kita gunakan untuk berubah diri kearah yang lebih baik lagi. Maka, waktu masa esok pun akan begitu cerah.

     Namun, seringkali kita terlena dan disibukan oleh hal- hal duniawi, sehingga membuat diri kita ini lupa pada aspek hakikat tujuan kehidupan kita, yakni beribadah kepada Allah swt. Disadari atau tidak, bahwa adakalanya keimanan kita naik pun demikian, adakalanya keimanan kita turun. Oleh sebab itulah, kita berdoa kepada Allah swt agar senantiasa istiqomah dalam kebaikan dan bertambahnya keimanan.


17 Pebruari 2021

Alhamdulillah, tepatnya pada tanggal ini, 17 Pebruari adalah hari istimewa bagi penulis. Yakni dilahirkannya penulis. Alhamdulillah, kini penulis telah menginjak usia 25 tahun.

Monday, February 15, 2021

Arti Kehidupan


     Seorang pujangga mengatakan, "Hidup adalah perjuangan, perjuangan butuh pengorbanan, berani hidup rela berkorban, berani hidup tak mau berkorban, mati saja, betul?".

     kebanyakan orang, dalam menjabarkan arti sebuah kehidupan ini sangatlah dangkal. Mengapa? karena mereka memandang kehidupan ini adalah surga yang abadi, bukan tempat persinggahan. Sehingga yang ada di hati mereka adalah kesenangan dan kesenangan. Apapun yang mereka lakukan tak lain hanya demi kesenangan dirinya sendiri. Kerakusan terhadap dunia membuat buta mata hati bagi siapa saja yang menjadikan posisi dunia sebagai surga. Mereka tidak peduli dengan sanak saudara dan keluarga, pun mereka tidak takut kepada siapapun termasuk kepada Tuhan. Pembunuhan sekaligus pencabulan seorang anak kepada orang tua kandung yang disertai mutilasi ataupun sebaliknya adalah salah satu contoh perbuatan amat keji. Hingga timbullah slogan baru, "Lebih buas daripada hewan buas, lebih iblis daripada iblis". Sungguh amat miris manusia semacam ini. Walaupun keberadaan mereka ada di masyarakat dan meresahkan masyarakat, namun kita tidak boleh menganggap bahwa diri kita jauh lebih baik daripada mereka. Sebab, kita tidak tahu, akhir dari kehidupan mereka. Su'ul khatimah ataukah husnul khatimah. Kita juga tidak tahu, akhir hayat kita di dunia ini. Su'ul khatimah atau khusnul khatimah. Tugas kita yang terpenting adalah, hanyalah mendoakan mereka semoga mereka kembali kepada jalan yang benar.

     Bisa jadi yang menurut kita, mereka itu buruk, akan tetapi menurut Allah mereka itu baik. Dan bisa pula menurut kita, bahwa diri kita ini baik, tapi menurut Allah kita itu buruk. Berdoalah,, semoga istiqomah dalam kebaikan. Sebab, syaitan itu amat cerdik, ia bisa membukakan 99 pintu kebaikan untuk kita yang nantinya kita terjerumus dengan 1 pintu kejahatan darinya. Dan berdoalah pula, semoga kita diwafatkan dalam keadaan khusnul khatimah.


Susukan, 15 Pebruari 2021

Hamdan za

Tuesday, February 9, 2021

Memposisikan Diri dalam Diri

        Tiada yang dapat kita pungkiri, bahwa roda kehidupan ini terus berputar. Seiring berkembangnya zaman, berkembang pulalah ilmu pengetahuan dan teknologi dengan begitu pesatnya. Hingga hampir mayoritas orang sudah  keliru menjabarkan arti daripada kebenaran itu sendiri. Bahkan banyak pula diantara mereka, menempatkan suatu kebenaran bukan pada tempatnya lagi, seperti memposisikan kebenaran di atas kebohongan yang didorong oleh hawa nafsu. Ya, walaupun kebenaran mutlak hanya milik Tuhan (Allah), akan tetapi mereka mengklaim bahwa kebenaran hanya milik siapa yang paling kuat dan siapa yang paling berkuasa. Akhirnya muncul yang tertindas semakin tertindas, yang terimidasi semakin terimidasi, hak semua orang direnggut paksa hingga tiada artinya lagi, Makanya janganlah aneh bila yang tadinya memanusiakan manusia malah terbalik menjadi menghewankan manusia.

        Tugas kita sebagai khalifah (pemimpin) dimuka bumi ini tak lain dan tak bukan yaitu hanya untuk taat kepada Sang Kholiq. Dengan menyadari sepenuhnya bahwa tiada Tuhan selain Allah. Allah tidak butuh dengan ibadahnya kita pada-Nya. Ketaatannya kita atau sebaliknya maksiatnya kita kepada-Nya, sama sekali takkan menambah kemuliaan-Nya dan atau tidak berkurang kemuliaan-Nya.

        

        

Saturday, February 6, 2021

1 + 1 = 3, Lah kok Bisa?


        Kita akan berpikir, jika 1 + 1, maka hasilnya adalah 2. Jika kita punya uang Rp. 100.000.- kemudian kita gunakan uang tersebut untuk belanja sebesar Rp. 90.000.- maka uang kita tersisa hanya Rp. 10.000.-. Jika kita punya buah mangga sebanyak 15 kg, kemudian kita berikan 10 kg kepada teman kita, maka buah mangga kita hanya tersisa 5 kg. Jika kita punya 3 buah kursi, lalu kita beli lagi 7 kursi, maka kursi yang kita miliki jumlahnya ada 10 kursi. Nah, Itulah matematika manusia yang sifatnya riil dan masuk logika. kita tidak bisa membenarkan bahwa 1 + 1 itu hasilnya 3, kita juga tidak bisa membenarkan bahwa uang Rp. 1.000.000.- yang ada di saldo tabungan kita, kemudian kita nabung Rp.500.000.-, maka uang kita berjumlah Rp.5.000.000.-.

        Inilah yang dimaksud matematika manusia. Akan tetapi ketika kita berbicara matematika Allah, semua tidak dapat dipungkiri. Sesuatu yang mustahil bagi manusia pasti terjadi, tapi tidak ada sesuatu yang mustahil bagi Allah. Disaat kita menyisihkan uang untuk berinfaq sebesar Rp.100.000.-, tapi anehnya uang tersebut bukannya berkurang dan membuat dompet sedikit mengempis, malah uang tersebut berkembang biak dan tumbuh pesat hingga membuat isi dompet penuh dan bahkan sampai tidak muat. Inilah yang dimaksud dengan matematika Allah. Nyata tapi berlawanan dengan realita, mustahil tapi terbukti, betul-betul diluar nalar dan logika.

        Janganlah pelit menyisihkan sebagian harta kita di jalan Allah, bila kita ingin menjadi kaya. tapi ingat, luruskan niat karena-Nya. Jika sudah kaya, tetaplah menjadi orang yang dermawan. Membantu orang-orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Janganlah ragu dan janganlah risau kepada-Nya. Semakin kita yakin kita kepada-Nya justru akan membuka tabir yang tertutup rapat. Kita akan mengetahui bahwa dunia ini hanya khayalan belaka. Jangankan harta kekayaan yang diinfaqkan dijalan-Nya, nyawapun akan dipertaruhkan untuk-Nya.

Tuesday, September 22, 2020

Ibuku adalah Guruku

Seorang ayah hendak pulang ke kampung halamannya. Ia bernama ahmad. Ia sudah cukup lama merantau di kota, bekerja sebagai kuli bangunan. Setiap hari ia menyisihkan uang dari sebgian gajinya untuk membeli sebuah boneka dari robot mainan. Boneka robot ini ia beli dg harga yg cukup mahal, boneka robot ini untuk kado hadiah spesial milad anak gadisnya yg ke 4 tahun. Suatu ketika disaat ia naik bus hendak pulang ke rumah. Seorang balita perempuan berusia 4 tahun menangis tak henti-henti hingga membuat semua orang dlm bus itu merasa terganggu. Ibu dari si anak itu sudah mncoba beberapa kali untuk menenangkan anaknya agar tdk menangis lagi, tapi tetap nihil hasilnya. Sebagian penumpang merasa geram dan berkata2 yg kurang pantas kepada ibu itu. Hingga si ibu pun merasa bingung dan serba salah. Ahmad pun merasa kasihan pada si ibu tersebut, akhirnya ia terpaksa memberikan robot mainan tersebut kpd anak si ibu itu. "Ya Allah aku hrus ikhlaskan", gumam Ahmad dlm hatinya. Alhamdulillah anak itu pun berhenti menangis, karena terhibur oleh boneka robot unik itu. Si ibu itu hanya berucap bnyak terimakasih kpd Ahmad. Saat Ahmad pulang ke rumah, Ahmad bingung entah apa yg harus dikatakan pd anaknya tentang kado milad anaknya itu. Ahmad hnya berkata terus terang pd anaknya, Ahmad pikir anaknya pasti marah dan menangis. tpi apa dikata, anaknya berkata, "Tdk apa2 Yah. Ayah sdh pulang saja, aku sdh cukup senang. Bisa berkumpul bersamaku, juga bersama ibu". Mndengar kata2 anaknya itu, Ahmad memeluk erat anaknya dan bangga bahkan smpai menitikan air mata. Begitu baik hati anaknya itu. Ahmad juga amat berterimakasih dan bangga pd istrinya. baginya, istrinya adalah pahlawan kedua dirumah bagi si buah hatinya dan skaligus madrasatul ula. Kira-kira hikmah apa yg terkandung dlm kisah tsb kawan? *Mhon maaf tdk ada unsur menyinggung bila ada kesamaan nama dg tokoh diatas.

Thursday, February 20, 2020

Kesetiaan Dalam Berumah Tangga


Kesetiaan,,, adalah kesiapan untuk bersama.
Ketika kita menginjak dewasa, maka kita membutuhkan teman hidup untuk bersama, dunia dan akhirat.
Kita butuh tempat curhat, berbagi, dan berdiskusi untuk menjadi pegangan hidup, dan ia sekaligus adalah pasangan hidup.
Saat kita menginjak dewasa, kita berdoa agar mendapat pasangan yang baik.
Melakukan,,, pemilahan dan pemilihan untuk mendapatkan jodoh, karna pertimbangan; harta, kekayaan, karena nasab, atau karna agamanya.
Tetapi seringkali, ketika kita telah mendapat pasangan. Sebulan dua bulan terasa mesra, tetapi setelah itu seringkali kita tergoda dengan rumput tetangga yang lebih hijau dari rumput kita.
Sering kita melihat pasangan orang lain lebih ideal, sering melihat pasangan orang lain itu lebih cerdas, lebih pintar, lebih kaya. Maka ini mengakibatkan selalu percekcokan didalam rumah tangga.
Ia tidak puas dengan pasangan, ia selalu bertengkar dirumah tangga, tidak ada lagi kesejukan, tidak ada lagi kedamaian didalam keluarga.
Suatu saat suami istri memutuskan untuk bercerai, karna merasa sudah tidak ada lagi kecocokan dintara keduanya.
Didepan pengadilan ditanyakan “Apakah anda siap untuk bercerai?”, ditanyakan oleh sang hakim. Ia mengatakan “Saya sudah siap. Karna sudah kami tidak sanggup mencari kedamaian didalam rumah tangga”. Perempuannya pun menjawab bahwa “Kami pun sudah siap bercerai karna kami sudah tidak sanggup hidup bersama”.
Dulu ia saling mencintai, ia memilihnya sebagai jodoh, dulu ia sangat menyayangi dan memilihnya sebagai pasangan. Ia berikrar didepan hakim untuk bercerai, terjadi perceraian antara keduanya.
Sahabat,,, Perceraian terjadi, karna ego masing-masing. Sahabat,,, Perceraian terjadi, karna ia melupakan pada saat ia saling mencintai. Sahabat,,, ia bercerai, karna ia lupa pada saat ia berupaya dan berdoa untuk mendapatkan pasangan untuk dirinya.
Terjadilah perceraian antara keduanya.
Ia melupakan, bahwa beribu-ribu orang atau mungkin juga banyak sekali orang yang sampai sekarang ini berdoa agar mendapat pasangan.
Tapi kenapa kita menyia-nyiakan kesetiaan dari pasangan kita, tapi mengapa kita tidak bisa memperbaiki; kesalahan, kekurangan; menyempurnakan dari kekurangan itu sehingga tetap terbangun kesetiaan.
Sahabat,,, Kesetiaan adalah segalanya, dan hanya dengan kesetiaan kita bisa membangun kebersamaan, dan bisa membangun rumah tangga yang sejahtera, dan terinspirasi didalamnya.

Bandung, Kamis, 20 Pebruari 2020
Nasihat teruntuk sahabat karibku
Dari Penulis
Hamdan za

Keluarga Bahagia Rezeki Lancar

  Siapa yang tidak menginginkan keluarganya bahagia, pasti semua orang di dunia ini menginginkan dan mendamba-dambakan momen itu. Sebab dida...