Wednesday, February 17, 2021

Ada Apa Dengan Waktu?

    Waktu adalah sesuatu yang amat berharga nilainya. Sehingga waktu dijuluki oleh orang barat adalah "Time is money (Waktu adalah uang)", bahkan lebih daripada itu. Sedangkan orang timur tengah menjulukinya "Al Waqtu kas syaifi ( Waktu adalah pedang)". Sungguh betapa dahsyatnya waktu bagi kita. Sampai-sampai waktu juga diabadikan oleh Allah swt dalam Qs. Al Asr ayat 1 yang berbunyi, "Wal ashr (Demi masa)".  Dalam tafsir karya Syekh Mutawalli Asya'rawi bahwa kata ashr itu sendiri bila diucapkan secara umum, maka maknanya adalah waktu salat Asar. Inilah yang tergambar di benak manusia saat disebutkan kata Asar. Makna asar terkadang berpindah dari makna khusus yaitu waktu antara zuhur dan magrib saja, kepada makna “waktu” yang berlangsung sehari semalam yang tidak lepas dari kewajiban salat di dalamnya. Karena setiap waktu yang berlangsung disebut juga dalam bahasa Arab dengan istilah “Asar”.
     Pada ayat tersebut, Allah swt menggunakan huruf wawu qosam, yang artinya wawu sumpah. Disini, Allah bersumpah dengan yang namanya waktu. Hal ini, Allah ingin menunjukan bahwa waktu itu perlu kita perhatikan. Jangan sampai kita melewatkan waktu-waktu kita ini dengan melakukan sesuatu yang tiada guna. Allah ingin, menekankan kepada kita, bahwa kita harus menghargai waktu dan menggunakan waktu itu sendiri dengan sebaik-baiknya dan jangan membiarkan waktu berlalu hanya begitu saja.

     Waktu juga terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, waktu masa lalu. Kedua, waktu masa kini. Dan ketiga, waktu masa depan. Jadikanlah, waktu masa lalu yang buruk-buruk itu sebagai pelajaran. Yakni pelajaran di waktu masa kini, merubah diri untuk menjadi baik dan bahkan lebih baik lagi. Jangan menunda-nunda diri untuk menjadi lebih baik dengan kata "Nanti, nanti, dan nanti". Bukankah telur hari ini jauh lebih baik daripada ayam esok hari?. Karena kita tidak tahu, apa yang kita rencanakan hari ini dan sampai tibalah saatnya. Terealisasikah atau tidak. Sebab didalam sanalah terdapat intervensi  swt. Saat waktu masa kini, kita gunakan untuk berubah diri kearah yang lebih baik lagi. Maka, waktu masa esok pun akan begitu cerah.

     Namun, seringkali kita terlena dan disibukan oleh hal- hal duniawi, sehingga membuat diri kita ini lupa pada aspek hakikat tujuan kehidupan kita, yakni beribadah kepada Allah swt. Disadari atau tidak, bahwa adakalanya keimanan kita naik pun demikian, adakalanya keimanan kita turun. Oleh sebab itulah, kita berdoa kepada Allah swt agar senantiasa istiqomah dalam kebaikan dan bertambahnya keimanan.


17 Pebruari 2021

Alhamdulillah, tepatnya pada tanggal ini, 17 Pebruari adalah hari istimewa bagi penulis. Yakni dilahirkannya penulis. Alhamdulillah, kini penulis telah menginjak usia 25 tahun.

Monday, February 15, 2021

Arti Kehidupan


     Seorang pujangga mengatakan, "Hidup adalah perjuangan, perjuangan butuh pengorbanan, berani hidup rela berkorban, berani hidup tak mau berkorban, mati saja, betul?".

     kebanyakan orang, dalam menjabarkan arti sebuah kehidupan ini sangatlah dangkal. Mengapa? karena mereka memandang kehidupan ini adalah surga yang abadi, bukan tempat persinggahan. Sehingga yang ada di hati mereka adalah kesenangan dan kesenangan. Apapun yang mereka lakukan tak lain hanya demi kesenangan dirinya sendiri. Kerakusan terhadap dunia membuat buta mata hati bagi siapa saja yang menjadikan posisi dunia sebagai surga. Mereka tidak peduli dengan sanak saudara dan keluarga, pun mereka tidak takut kepada siapapun termasuk kepada Tuhan. Pembunuhan sekaligus pencabulan seorang anak kepada orang tua kandung yang disertai mutilasi ataupun sebaliknya adalah salah satu contoh perbuatan amat keji. Hingga timbullah slogan baru, "Lebih buas daripada hewan buas, lebih iblis daripada iblis". Sungguh amat miris manusia semacam ini. Walaupun keberadaan mereka ada di masyarakat dan meresahkan masyarakat, namun kita tidak boleh menganggap bahwa diri kita jauh lebih baik daripada mereka. Sebab, kita tidak tahu, akhir dari kehidupan mereka. Su'ul khatimah ataukah husnul khatimah. Kita juga tidak tahu, akhir hayat kita di dunia ini. Su'ul khatimah atau khusnul khatimah. Tugas kita yang terpenting adalah, hanyalah mendoakan mereka semoga mereka kembali kepada jalan yang benar.

     Bisa jadi yang menurut kita, mereka itu buruk, akan tetapi menurut Allah mereka itu baik. Dan bisa pula menurut kita, bahwa diri kita ini baik, tapi menurut Allah kita itu buruk. Berdoalah,, semoga istiqomah dalam kebaikan. Sebab, syaitan itu amat cerdik, ia bisa membukakan 99 pintu kebaikan untuk kita yang nantinya kita terjerumus dengan 1 pintu kejahatan darinya. Dan berdoalah pula, semoga kita diwafatkan dalam keadaan khusnul khatimah.


Susukan, 15 Pebruari 2021

Hamdan za

Tuesday, February 9, 2021

Memposisikan Diri dalam Diri

        Tiada yang dapat kita pungkiri, bahwa roda kehidupan ini terus berputar. Seiring berkembangnya zaman, berkembang pulalah ilmu pengetahuan dan teknologi dengan begitu pesatnya. Hingga hampir mayoritas orang sudah  keliru menjabarkan arti daripada kebenaran itu sendiri. Bahkan banyak pula diantara mereka, menempatkan suatu kebenaran bukan pada tempatnya lagi, seperti memposisikan kebenaran di atas kebohongan yang didorong oleh hawa nafsu. Ya, walaupun kebenaran mutlak hanya milik Tuhan (Allah), akan tetapi mereka mengklaim bahwa kebenaran hanya milik siapa yang paling kuat dan siapa yang paling berkuasa. Akhirnya muncul yang tertindas semakin tertindas, yang terimidasi semakin terimidasi, hak semua orang direnggut paksa hingga tiada artinya lagi, Makanya janganlah aneh bila yang tadinya memanusiakan manusia malah terbalik menjadi menghewankan manusia.

        Tugas kita sebagai khalifah (pemimpin) dimuka bumi ini tak lain dan tak bukan yaitu hanya untuk taat kepada Sang Kholiq. Dengan menyadari sepenuhnya bahwa tiada Tuhan selain Allah. Allah tidak butuh dengan ibadahnya kita pada-Nya. Ketaatannya kita atau sebaliknya maksiatnya kita kepada-Nya, sama sekali takkan menambah kemuliaan-Nya dan atau tidak berkurang kemuliaan-Nya.

        

        

Saturday, February 6, 2021

1 + 1 = 3, Lah kok Bisa?


        Kita akan berpikir, jika 1 + 1, maka hasilnya adalah 2. Jika kita punya uang Rp. 100.000.- kemudian kita gunakan uang tersebut untuk belanja sebesar Rp. 90.000.- maka uang kita tersisa hanya Rp. 10.000.-. Jika kita punya buah mangga sebanyak 15 kg, kemudian kita berikan 10 kg kepada teman kita, maka buah mangga kita hanya tersisa 5 kg. Jika kita punya 3 buah kursi, lalu kita beli lagi 7 kursi, maka kursi yang kita miliki jumlahnya ada 10 kursi. Nah, Itulah matematika manusia yang sifatnya riil dan masuk logika. kita tidak bisa membenarkan bahwa 1 + 1 itu hasilnya 3, kita juga tidak bisa membenarkan bahwa uang Rp. 1.000.000.- yang ada di saldo tabungan kita, kemudian kita nabung Rp.500.000.-, maka uang kita berjumlah Rp.5.000.000.-.

        Inilah yang dimaksud matematika manusia. Akan tetapi ketika kita berbicara matematika Allah, semua tidak dapat dipungkiri. Sesuatu yang mustahil bagi manusia pasti terjadi, tapi tidak ada sesuatu yang mustahil bagi Allah. Disaat kita menyisihkan uang untuk berinfaq sebesar Rp.100.000.-, tapi anehnya uang tersebut bukannya berkurang dan membuat dompet sedikit mengempis, malah uang tersebut berkembang biak dan tumbuh pesat hingga membuat isi dompet penuh dan bahkan sampai tidak muat. Inilah yang dimaksud dengan matematika Allah. Nyata tapi berlawanan dengan realita, mustahil tapi terbukti, betul-betul diluar nalar dan logika.

        Janganlah pelit menyisihkan sebagian harta kita di jalan Allah, bila kita ingin menjadi kaya. tapi ingat, luruskan niat karena-Nya. Jika sudah kaya, tetaplah menjadi orang yang dermawan. Membantu orang-orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Janganlah ragu dan janganlah risau kepada-Nya. Semakin kita yakin kita kepada-Nya justru akan membuka tabir yang tertutup rapat. Kita akan mengetahui bahwa dunia ini hanya khayalan belaka. Jangankan harta kekayaan yang diinfaqkan dijalan-Nya, nyawapun akan dipertaruhkan untuk-Nya.

Keluarga Bahagia Rezeki Lancar

  Siapa yang tidak menginginkan keluarganya bahagia, pasti semua orang di dunia ini menginginkan dan mendamba-dambakan momen itu. Sebab dida...