Seorang pujangga mengatakan, "Hidup adalah perjuangan, perjuangan butuh pengorbanan, berani hidup rela berkorban, berani hidup tak mau berkorban, mati saja, betul?".
kebanyakan orang, dalam menjabarkan arti sebuah kehidupan ini sangatlah dangkal. Mengapa? karena mereka memandang kehidupan ini adalah surga yang abadi, bukan tempat persinggahan. Sehingga yang ada di hati mereka adalah kesenangan dan kesenangan. Apapun yang mereka lakukan tak lain hanya demi kesenangan dirinya sendiri. Kerakusan terhadap dunia membuat buta mata hati bagi siapa saja yang menjadikan posisi dunia sebagai surga. Mereka tidak peduli dengan sanak saudara dan keluarga, pun mereka tidak takut kepada siapapun termasuk kepada Tuhan. Pembunuhan sekaligus pencabulan seorang anak kepada orang tua kandung yang disertai mutilasi ataupun sebaliknya adalah salah satu contoh perbuatan amat keji. Hingga timbullah slogan baru, "Lebih buas daripada hewan buas, lebih iblis daripada iblis". Sungguh amat miris manusia semacam ini. Walaupun keberadaan mereka ada di masyarakat dan meresahkan masyarakat, namun kita tidak boleh menganggap bahwa diri kita jauh lebih baik daripada mereka. Sebab, kita tidak tahu, akhir dari kehidupan mereka. Su'ul khatimah ataukah husnul khatimah. Kita juga tidak tahu, akhir hayat kita di dunia ini. Su'ul khatimah atau khusnul khatimah. Tugas kita yang terpenting adalah, hanyalah mendoakan mereka semoga mereka kembali kepada jalan yang benar.
Bisa jadi yang menurut kita, mereka itu buruk, akan tetapi menurut Allah mereka itu baik. Dan bisa pula menurut kita, bahwa diri kita ini baik, tapi menurut Allah kita itu buruk. Berdoalah,, semoga istiqomah dalam kebaikan. Sebab, syaitan itu amat cerdik, ia bisa membukakan 99 pintu kebaikan untuk kita yang nantinya kita terjerumus dengan 1 pintu kejahatan darinya. Dan berdoalah pula, semoga kita diwafatkan dalam keadaan khusnul khatimah.
Susukan, 15 Pebruari 2021
Hamdan za
No comments:
Post a Comment