Friday, September 6, 2019

Upacara Dan Pemberian Nama Muhammad

Sahabat, pernahkah mendengar nama-nama orang yang terdengar lucu atau bahkan agak sukar saat di ucapkan? tidak punya arti dan jika ada arti dari nama tersebut artinya buruk. bahkan ada pula nama-nama yang diharamkan untuk dipakai sebutan bagi si buah hati. Pemberian nama kepada si buah hati tentunya setiap orang tua ingin memberikan nama yang baik bahkan yang terbaik. enak saat didengar dan dipanggil, juga mudah saat disebutkan. selain itu tentunya mempunyai arti yang baik dari nama-nama tersebut.  Adapun bagi perempuan bisa mengambilnya dari nama-nama orang yang shalihah. seperti halnya khodijah, aisyah, fatimah, rabi'ah adawiyah dll. begitupun untuk pemberian nama bagi bayi laki-laki bisa mengambilnya dari orang-orang sholih.. salah satunya ya.. nama Nabi kita ini, Muhammad saw.


Saat kelahiran sang bayi (yang bernama Muhammad), maka kakeknya yang bernama Abdul Muthallib pada waktu itu berada di sekitar Ka’bah untuk melakukan upacara ibadat menurut kepercayaan orang-orang Quraisy pada waktu itu. Setelah diberi kabar bahwa cucunya telah lahir, maka bukan main gembira hati Abdul Muthallib. Dipangku dan ditimbangnya bayi itu. Hatinya semakin melekat dan menyatu dengan cucunya yang baru lahir itu, lebih-lebih setelah melihat keadaan bayi yang baru lahir itu dalam keadaan suci bersih dan berparas menawan (ganteng).
          Maka pada hari yang ketujuh dari kelahiran cucunya itu, maka Abdul Muthallib mengadakan upacara untuk mengkhitan tiap-tiap anak yang baru lahir dan sekaligus pemberian nama; dengan mengundang para sanak saudara.
          Perlu diketahui pada saat Muhammad dilahirkan dari rahim Aminah, ia sudah dalam keadaan suci, telah dikhitan.
          Dalam upacara itu Abdul Muthallib sudah menyedikan nama untuk cucunya itu dengan nama Muhammad. Harapan Abdul Muthallib memberikan nama Muhammad itu agar kelak cucunya itu menjadi orang yang dipuji di sisi Allah di langit dan pada sisi manusia di muka bumi ini.
          Dan kalangan bangsa Quraisy (orang-orang Quraisy) masih sedikit yang memberikan nama untuk bayinya dengan nama Muhammad. Saat itu hanya ada tiga orang yang memakai nama Muhammad tersebut yaitu : 1). Muhammad bin Sufyan At-Tamimy; 2). Muhammad bin Bilal Al-Alusy; 3). Muhammad bin Hamran Al-Ja’fy.
          Dalam kitab Taurat dan Injil, telah disebut-sebut akan datang seorang nabi akhir zaman yang bernama Ahmad. Tidak lain nama Ahmad itu adalah Muhammad ibnu Abdullah.
          Nama Muhammad (pemberian nama Abdul Muthallib) dan nama Ahmad (yang tersebut didalam Kitab Taurat dan Injil keduanya telah dikuatkan oleh Allah dalam Al-Qur’an. (Lihat Q.s Ash-Shof ayat 6 dan Qs. Ali Imran ayat 144).
          Selain bernama Muhammad dan Ahmad, Nabi Muhammad Rasulullah saw itu mempunyai beberapa gelar nama yang diambil dari sifat-sifat yang beliau miliki, yaitu misalnya beliau mendapat gelar :
1.     Al-Amin, artinya yang terpercaya
2.    Al-Basyir, artinya yang membawa kabar gembira
3.    An-Nadzir, artinya yang membawa kabar menakutkan
4.    Al-Muqoffa, artinya yang diikuti
5.    ‘Al-Qibur rusul, artinya yang menyudahi rasul-rasul
6.    Khatimul anbiyaa’ artinya penutup para nabi
7.    Al-Mutawakkil, artinya yang berserah diri kepada Tuhan
8.    Al-Mubasyir, artinya yang menggembirakan
9.    Asy-Syahiid, artinya saksi (sebagai saksi)
10. Adh-Dahuuk,artinya yang sering tertawa
11.  Al-Muniir, artinya yang bersinar
12. Al-Mursal artinya yang diutus
13. Al-Ummy, artinya yang tidak pandai baca dan tulis
14. As-Siraaj, artinya lamu (penerang)
15. Faatihul Abwaab, artinya pembuka pintu-pintu
16. Nabiyullah, artinya Nabi Allah
17. Nabiyyur Rahmah, artinya Nabi pembawa rahmat
18. Nabiyyul Malhamah, artinya Nabi dimedan perang
Dan masih banyak lagi yang disandangnya.
Semakin banyak gelar yang disandangnya (yang diberikan seseorang/ gelar kebaikan), adalah sebagai tanda semakin hormat dan cinta mereka terhadap orang yang diberi nama/gelar itu.


*Dikutip dari Kitab Siroh Nabawy
*Indahnya berbagi,semoga bermanfaat, menambah ilmu juga wawasan serta menambah kecintaah kita kepada Nabi Muhammad saw, keluarga serta sahabatnya. Menjadikan beliau sebagai idola dan suri teladan bagi panutan kehidupan kita.
                                                                                                                                                                                     Bandung, Sabtu 8 Muharam 1441 H /
7 September 2019 M


No comments:

Post a Comment

Keluarga Bahagia Rezeki Lancar

  Siapa yang tidak menginginkan keluarganya bahagia, pasti semua orang di dunia ini menginginkan dan mendamba-dambakan momen itu. Sebab dida...