Saat
kelahiran sang bayi (yang bernama Muhammad), maka kakeknya yang bernama Abdul
Muthallib pada waktu itu berada di sekitar Ka’bah untuk melakukan upacara
ibadat menurut kepercayaan orang-orang Quraisy pada waktu itu. Setelah diberi
kabar bahwa cucunya telah lahir, maka bukan main gembira hati Abdul Muthallib.
Dipangku dan ditimbangnya bayi itu. Hatinya semakin melekat dan menyatu dengan
cucunya yang baru lahir itu, lebih-lebih setelah melihat keadaan bayi yang baru
lahir itu dalam keadaan suci bersih dan berparas menawan (ganteng).
Maka pada hari yang ketujuh dari
kelahiran cucunya itu, maka Abdul Muthallib mengadakan upacara untuk mengkhitan
tiap-tiap anak yang baru lahir dan sekaligus pemberian nama; dengan mengundang
para sanak saudara.
Perlu diketahui pada saat Muhammad
dilahirkan dari rahim Aminah, ia sudah dalam keadaan suci, telah dikhitan.
Dalam upacara itu Abdul Muthallib
sudah menyedikan nama untuk cucunya itu dengan nama Muhammad. Harapan Abdul
Muthallib memberikan nama Muhammad itu agar kelak cucunya itu menjadi orang
yang dipuji di sisi Allah di langit dan pada sisi manusia di muka bumi ini.
Dan kalangan bangsa Quraisy
(orang-orang Quraisy) masih sedikit yang memberikan nama untuk bayinya dengan
nama Muhammad. Saat itu hanya ada tiga orang yang memakai nama Muhammad
tersebut yaitu : 1). Muhammad bin Sufyan At-Tamimy; 2). Muhammad bin Bilal
Al-Alusy; 3). Muhammad bin Hamran Al-Ja’fy.
Dalam kitab Taurat dan Injil, telah
disebut-sebut akan datang seorang nabi akhir zaman yang bernama Ahmad. Tidak
lain nama Ahmad itu adalah Muhammad ibnu Abdullah.
Nama Muhammad (pemberian nama Abdul
Muthallib) dan nama Ahmad (yang tersebut didalam Kitab Taurat dan Injil
keduanya telah dikuatkan oleh Allah dalam Al-Qur’an. (Lihat Q.s Ash-Shof ayat 6
dan Qs. Ali Imran ayat 144).
Selain bernama Muhammad dan Ahmad,
Nabi Muhammad Rasulullah saw itu mempunyai beberapa gelar nama yang diambil
dari sifat-sifat yang beliau miliki, yaitu misalnya beliau mendapat gelar :
1.
Al-Amin, artinya yang
terpercaya
2.
Al-Basyir, artinya yang
membawa kabar gembira
3.
An-Nadzir, artinya yang
membawa kabar menakutkan
4.
Al-Muqoffa, artinya yang
diikuti
5.
‘Al-Qibur rusul, artinya
yang menyudahi rasul-rasul
6.
Khatimul anbiyaa’ artinya
penutup para nabi
7.
Al-Mutawakkil, artinya
yang berserah diri kepada Tuhan
8.
Al-Mubasyir, artinya yang
menggembirakan
9.
Asy-Syahiid, artinya saksi
(sebagai saksi)
10. Adh-Dahuuk,artinya
yang sering tertawa
11. Al-Muniir,
artinya yang bersinar
12. Al-Mursal
artinya yang diutus
13. Al-Ummy,
artinya yang tidak pandai baca dan tulis
14. As-Siraaj,
artinya lamu (penerang)
15. Faatihul
Abwaab, artinya pembuka pintu-pintu
16. Nabiyullah,
artinya Nabi Allah
17. Nabiyyur
Rahmah, artinya Nabi pembawa rahmat
18. Nabiyyul
Malhamah, artinya Nabi dimedan perang
Dan masih
banyak lagi yang disandangnya.
Semakin
banyak gelar yang disandangnya (yang diberikan seseorang/ gelar kebaikan),
adalah sebagai tanda semakin hormat dan cinta mereka terhadap orang yang diberi
nama/gelar itu.
*Dikutip
dari Kitab Siroh Nabawy
*Indahnya
berbagi,semoga bermanfaat, menambah ilmu juga wawasan serta menambah kecintaah
kita kepada Nabi Muhammad saw, keluarga serta sahabatnya. Menjadikan beliau
sebagai idola dan suri teladan bagi panutan kehidupan kita.
Bandung, Sabtu 8 Muharam 1441 H /
7 September 2019 M
7 September 2019 M
No comments:
Post a Comment