Tuesday, September 10, 2019

Pengasuh Dan Masa Penyusuan Nabi Muhammad Saw

              Pengasuh dan pemomong pertama kali atas keahiran Muhammad dihari-hari perama ialah Ummu Aiman (ibu Aiman). Ummu Aiman ini adalah seorang budak perempuan dari Habasyah (sekarang Ethiopia), budak perempuan milik bapak Abdullah. Dan perempuan yang menyusui (meneteki pertama kali) bayi Muhammad itu adalah Tsuwaibah, budak perempuan milik paman Muhammad yang bernama Abu Lahab.
          Sudah menjadi tradisi bagi bangsawan-bangsawan Quraisy di kota Makkah menyerahkan anak-anak mereka yang masih bayi unuk dipelihara di daerah pegunungan disusui oleh perempuan-perempuan Badui, sampai pada saa bayi iu berusia 3 aau 4 tahun. Tujuan dari penyusuan dan pemindahan di daerah pegungungan itu, agar si bayi itu selama penyusuan dipegunungan mendapatkan udara yang bersih dan segar, dapat berbicara dengan bahasa Arab asli yang belum bercampur, seperti bahasa yang dipergunakan diperkotaan, begitu juga udara di pegunungan lebih bersih dan segar bila dibandingkan dengan udara di perkotaan yang sudah banyak polusi.
          Demikian juga dengan halnya bayi yang bernama Muhammad ini, pada masa bayinya sampai dengan berusia 4 tahun Siti Aminah (ibu Muhammad) menyerahkan bayinya kepada perempuan penyusu Arab pegunungan yang bernama Halimah As-Sa’diyah dari Bani Sa’ad. Para pengasuh dan penyusu dari bani Sa’ad ini selalu mencari anak asuh dari bangsawan, orang-orang mulia. Seperti halnya dengan anak asuh Muhammad ini, bayi Muhammad ini adalah keturunan dari bangsawan Quraisy, keurunan dari orang-orang yang berpangkat, berwibawa dan berpengaruh dikalangan bangsa Quraisy.
          Suami dari Halimah As-Sa’diyah ialah Al-Harits bin Abdul Uzza, ia adalah seorang laki-laki yang amat fakir. Setelah melihat bayi Muhammad ini ia berkata kepadanya (Halimah) ; “Mudah-mudahan Allah menjadikan bayi ini sebagai berkah (mendatangkan berkah) bagi kehidupan kita.”
          Memang jadi kenyataan, semenjak Halimah membawa pulang anak susunya ini (bayi Muhammad) ditengah-tengah keluarganya, ia dan keluarganya elah memperoleh kebaikan yang banyak sekali. Binatang-binatang ternaknya gemuk dan mengeluarkan banyak air susu, yang sebelumnya binatang-binatang ternaknya kurus dan tidak mengeluarkan air susu. Sungguh benar-benar membawa berkah bayi ini bagi keluarganya dalam segala hal.
          Selama 50 bulan (4 tahun lebih) Muhammad ia dibawah asuhan dan susuan Halimah As-Sa’diyah (wanita penyabar lagi berbahagia) dengan dibantu oleh suaminya beserta anak perempuannya yang bernama Asy-Syima’ dengan perlakuan yang penuh kasih sayang dan penuh kecintaan. Selama dalam asuhan Halimah, Muhammad bergaul, bermain, bercengkerama bersama-sama anak-anak desa menggembalakan kambing.
          Setelah dianggap sudah cukup kuat badannya, fasih kata-katanya dan bertumbuh akalnya, maka Halimah menyerahkan Muhammad kepada ibunya di kota Makkah, ke tengah-tengah keluarganya. Dan Halimah diberi imbalan/upah yang banyak oleh neneknya Abdul Muthallib yang kaya raya. Dan neneknya Abdul Muthallib ini menempatkan Muhammad di tempat tertinggi dan perhatian serta kecintaannya.


*Dikutip dari Kitab Siroh Nabawy
*Kisah ke-4
*Indahnya berbagi,semoga bermanfaat, menambah ilmu juga wawasan serta menambah kecintaah kita kepada Nabi Muhammad saw, keluarga serta sahabatnya. Menjadikan beliau sebagai idola dan suri teladan bagi panutan kehidupan kita.

Bandung, 11 September 2019







No comments:

Post a Comment

Keluarga Bahagia Rezeki Lancar

  Siapa yang tidak menginginkan keluarganya bahagia, pasti semua orang di dunia ini menginginkan dan mendamba-dambakan momen itu. Sebab dida...