“Apakah
kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan
bergajah? Bukankah Dia (Allah) telah menjadikan tipu daya mereka iu sia-sia
belaka? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong
(ababil) yang melempari mereka dengan batu dari tanah-tanah terbakar, lalu Dia
menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan ulat.”
Dengan demikian tahun kelahiran
Muhammad saw dinamakan tahun Gajah, yang tepatnya pada hari Senin tanggal 12
Rabiul Awal tahun Gajah bertepatan dengan tanggal 20 Agustus tahun 570 Masehi.
Mengenai hari dan tanggal kelahiran
ini ada perbedaan, ada yang mengatakan :
a.
Hari Senin tanggal 12
Rabiul Awal tahun Gajah (lebih masyhur).
b.
Hari Senin tanggal 9
Rabiul Awal tahun Gajah.
Selain
perbedaan dalam penyesuaian tanggal, ada juga perbedaan dalam tahun Masehi :
a.
Ada yang menyebutnya tahun
570
b.
Ada yang menyebutnya tahun
571
Terjadinya
perbedaan yang demikian itu dimungkinkan karena perhitungan menurut Ilmu Falak.
Dalam hal ini jangan dijadikan peruncingan masalah.
Dalam tulisan ini menggunakan
kelahiran Nabi Muhammad dan menurut pendapat ahli sejarah yang sangat
dipercaya, adalah : Hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah, bertepatan
dengan tanggal 20 Agustus 570 Masehi.
Perlu diketahui disini, bahwa Siti
Aminah (ibu Muhammad) menerangkan mengenai keadaan bayi yang dilahirkan dan
keadaan dirinya sewaktu melahirkan si bayi itu :
“Tatkala
saya (Siti Aminah) melahirkan bayi itu (Muhammad), maka dari bagian tubuhku
memancarkan cahaya yang terang sehhingga bersinar kelihatan sampai ke istana
negeri Syiria. Bayi yang dilahirkan itu suci bersih, tidak membawa kotoran”.
Suasana pada saat itu dilukiskan dalam
serangkum syair gubahan Abbas bin Abdul Muthalib (paman Nab Muhammad) yang berbunyi
:
“Dikala Aminah melahirkan bayinya,
Dunia terang bermandikan cahaya. Cahaya yang amat dibutuhkan, petunjuk jalan
kebahagiaan”.
Pada malam menjelang Siti Aminah
melahirkan bayinya itu, terjadilah peristiwa-peristiwa luar biasa yang
mengandung tanda-tanda dan alamat-alamat, yang pada saat itu diartikan orang
membawa pengharapan baik. Dalam cuaca yang terang benderang pada malam itu
meledak dan menggoncang-goncangkan bumi yang hebat, sehingga patung-patung yang
bergantungan di dinding Ka’bah berjatuhan dari tempatnya, gereja-gereja Nasrani
dan kuil-kuil Yahudi mengalami kerusakan. Istana Kaisar di Roma yang sangat
kokoh bangunannya tidak luput dari kehancuran; 14 menara-menara pencakar istana
itu beruntuhan. Api yang senantiasa menyala-nyala, yang dipuja-puja dan
disembah oleh penduduk kerajaan Persi, tiba-tiba padam yang menjadikan
penyembah-penyembah api itu merasa sedih dan berduka cita.
Di tiap-tiap lorong dan simpang orang
ramai memperbincangkan mengenai kejadian itu. Banyak dari kalangan mereka
menarik kesimpulan bahwa peristiwa itu adalah sebaagai alamat akan datangnya
satu kejadian yang amat besar. Itulah peristiwa dan suasana di saat Siti Aminah
melahirkan Muhammad, sebagai calon pemimpin umat seluruh dunia, pembawa rahmat
lil a’lamin.
Muhammad lahir dari rahim Siti Aminah
setelah berada dalam kandungan ibunya; ia dilahirkan dalam keadaan yatim,
karena ia tidak bisa menikmati kasih sayang seorang ayah. Ayah Muhammad yang
bernama Abdullah bin Abdul Muthallib meninggal dunia ketika ia masih berada
dalam kandungan 2 bulan.
Ayah Muhammad (Abdullah bin Abdul
Muthallib) meninggal dunia sewaktu sepulangnya dari menjalankan perdagangan
dunia dari negeri Syiria ke Negeri Mekkah. Ia dimakamkan di kota Madinah
(Yastrib); dan ia meninggalkan 5 ekor unta, beberapa ekor kambing dan seorang
budak perempuan bernama Ummu Aiman.
Abdullah meninggal dunia dalam keadaan
yang mengharukan dan memperhatikan. Tidak ada seorang pun dari keluarganya yang
mempersaksikannya dalam menghembuskan nafas terakhirnya, dan tak ada famili
yang turut menguburkannya.
*Dikutip
dari Kitab Siroh Nabawy
*Indahnya
berbagi,semoga bermanfaat, menambah ilmu juga wawasan serta menambah kecintaah
kita kepada Nabi Muhammad saw, keluarga serta sahabatnya. Menjadikan beliau
sebagai idola dan suri teladan.
Sumedang,
Senin 26Agustus 2019
No comments:
Post a Comment