Monday, August 26, 2019

Nasab (Keturunan) Nabi Muhammad saw


        Diantara  kebanggaan terbesar bangsa Arab dan keistimewaan mereka ialah bahwa mereka sangat gemar menghafalkan silsilah (garis) keturunan mereka (nasab). Mereka sangat membanggakan akan kemuliaan nenek moyang mereka. Maka tidaklah heran, bila mereka menghafalkan akan silsilah keturunan Muhammad Rasulullah saw ini, sejak dari bapaknya sampai kepadanya, yaitu Nabi Ibrahim dan Ismail, yang juga menjadi nenek dari sebagian besar para nabi dan rasul sebelum Muhammad. Adapun sisilah Muhammad ialah sebagai berikut :
Keturunan dari pihak bapaknya : Muhammad putra Abdullah putra Abdul Muthallib putra Hasyim putra Abdi Manaf putra Kilab. Kalau diteruskan Kilab putra Murrah putra Ka’ab putra Lu’ai putra Ghalib putra Fihr putra Malik putra Nadhar putra Kinanah putra Ma’ad putra Adnan.
Adapun keturunan dari pihak ibunya : Muhammad anak Aminah anak Wahab anak A’bdi Manaf anak Zuhrah anak Kilab. Di datuk Kilab inilah bertemulah silsilah keturunan dari pihak bapak dan dari pihak ibu. Jadi baik dari pihak bapak dan pihak bapak adalah sama-sama keturunan Nabi Ibrahim melalui anaknya Nabi Ismail as.
Rasulullah saw pernah berkata ketika disebutkan sisilah keturunannya yang sampai pada Adnan, sebagai berikut :
“Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari anak Ismail, dan memilih Quraisy dari Kinanah, dan memilih dari Quraisy akan turunan Hasyim, dan memilih saya dari turunan Hasyim, maka aku terbaik, terpilih dari yang terbaik dari yang terbaik”
          Biasanya yang kita hafalkan dan yang kita tahu keturunan Nabi Muhammad saw ialah sampai ke Adnan saja. Tapi seorang ahli sejarah yang bernama Ibnu Hisyam telah berhasil mendapatkan silsilah turunan Rasulullah saw sampai kepada manusia pertama, bapak pertama yaitu Adam as. Sebagai berikut :
          “Adnan anak ‘Ud, anak Muqawwim, anak Nahur, anak Tairah, anak Ya’rab, anak Yasyjub, anak Nabit, anak Ismail, anak Ibrahim, anak Azar, anak Nahur, anak Sarugh, anak Ra’u, anak Falikh, anak ‘Aibar, anak Syalikh, anak Afrakh, anak Sam, anak Nuh, anak Lamk, anak Mattusyakh, anak Idris, anak Yard, anak Mukhil, anak Qoinan, anak Yanis, anak Syits, anak Adam as”.
          Dikalangan bangsa suku Arab/bangsa Quraisy adalah kabilah yang berkuasa dann sangat disegani serta dihormati; karena merekalah yang berhak (berkuasa) untuk menjaga Ka’bah dan kota Makkah,; sedang Ka’bah itu sendiri dianggap oleh seluruh bangsa Arab sejak zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Karena kesuciannya, Ka’bah itu selalu merupakan tempat aman bagi orang yang merasa ketakutan (sedang mendapat ancaman). Mereka berlomba-lomba uuntuk bertempat tinggal disekitarnya. Karena anak-anak keturunan Ismail yang memegang kekuasan atas Ka’bah itu, maka keturunan Ismail dianggap turunan yang mulia dan terhormat. Kekuasaan dan kehormatan yang mereka terima itu berupa :
a.    Merekalah yang berhak memegang kunci-kunci Ka’bah yang mengurusinya.
b.    Mereka yang berwewenang membagi-bagikan air minuman teaga zam-zam bagi orang-orang yang datang menziarahi tempat suci itu.
c.    Mereka yang berhak menjamu para utusan yang datang ke tempat itu.
d.    Mereka yang memimpin Darun Nadwah (tempat pertemuan) yang dibangun disamping Ka’bah sebagai tempat berkumpul (berunding) tahunan.
e.    Mereka yang berhak menyimpan bendera perang dan mengibarkannya sebagai perintah perang.
f.    Yang memimpin perang atau tentara di medan pertempuran.
Semua kekuasaan dan penghormatan tersebut di atas berada ditangan kekuasaan Abdul Muthallib bin Hasyim. Ia seorang yang berharta dan berwibawa atas kaumnya di kota Makkah. Ia mempunyai 10 orang anak. Dari kesepuluh anak yang dicintai dan disayanginya ialah anak yang paling bungsu yaitu Abdullah (bapak Nabi Muhammad saw). Abdullah dipelihara dan dididik, secara istimewa. Ketika berumur 24 tahun, Abdullah dinikahkan dengan Siti Aminah (ibu Muhammad saw) anak Wahab; sedang Wahab adalah pembesar dari golongan Bani Zuhrah. Setelah keduanya dinikahkan dan beberapa hari berbulan madu, Abdullah berangkat ke Syam (kalau sekarang Syiria) dalam urusan perdagangan (bisnis). Waktu ditinggal ke Syam oleh Abdullah rupanya Aminah sudah hamil. Ketika Abdullah kembali dari Syam, ia singgah di Madinah. Di situ ia jatuh sakit di rumah pamannya sendiri, lalu ia meninggal dunia.
Perlu disampaikan disini, bahwa bangsa/suku Quraisy itu terdiri dari 12 kabilah :
1.     Kabilah Bani Abdi Manaf
2.    Kabilah Bani Abdudar Ibnu Qushay
3.    Kabilah Bani Asad Ibnu Abdul Uzza Ibnu Qushay
4.    Kabilah Bani Zuhrah Ibnu Kilab
5.     Kabilah Bani Makhzum Ibnu Yaqazhah Ibnu Murrah
6.    Kabilah Bani Taim Ibnu Murrah
7.    Kabilah Bani Abdi Ibnu Ka’ab
8.    Kabilah Bani Sahm Ibnu Hushaish Ibnu Amrin Ibnu Ka’ab
9.    Kabilah Bani Amir Ibnu Luay
10.  Kabilah Bani Taim Ibnu Ghalib
11.  Kabilah Bani Al-Harits Ibnu Fihr
12. Kabilah Bani Muharib Ibnu Fihr

*Dikutip dari Kitab Siroh Nabawy
*Indahnya berbagi,semoga bermanfaat, menambah ilmu juga wawasan serta menambah kecintaah kita kepada Nabi Muhammad saw, keluarga serta sahabatnya. Menjadikan beliau sebagai idola dan suri teladan bagi panutan kehidupan kita.

Sumedang, Selasa 27 Agustus 2019





No comments:

Post a Comment

Keluarga Bahagia Rezeki Lancar

  Siapa yang tidak menginginkan keluarganya bahagia, pasti semua orang di dunia ini menginginkan dan mendamba-dambakan momen itu. Sebab dida...