Diantara
kebanggaan terbesar bangsa Arab dan
keistimewaan mereka ialah bahwa mereka sangat gemar menghafalkan silsilah
(garis) keturunan mereka (nasab). Mereka sangat membanggakan akan kemuliaan
nenek moyang mereka. Maka tidaklah heran, bila mereka menghafalkan akan
silsilah keturunan Muhammad Rasulullah saw ini, sejak dari bapaknya sampai
kepadanya, yaitu Nabi Ibrahim dan Ismail, yang juga menjadi nenek dari sebagian
besar para nabi dan rasul sebelum Muhammad. Adapun sisilah Muhammad ialah
sebagai berikut :
Keturunan
dari pihak bapaknya : Muhammad putra Abdullah putra Abdul Muthallib putra
Hasyim putra Abdi Manaf putra Kilab. Kalau diteruskan Kilab putra Murrah putra
Ka’ab putra Lu’ai putra Ghalib putra Fihr putra Malik putra Nadhar putra
Kinanah putra Ma’ad putra Adnan.
Adapun
keturunan dari pihak ibunya : Muhammad anak Aminah anak Wahab anak A’bdi Manaf
anak Zuhrah anak Kilab. Di datuk Kilab inilah bertemulah silsilah keturunan
dari pihak bapak dan dari pihak ibu. Jadi baik dari pihak bapak dan pihak bapak
adalah sama-sama keturunan Nabi Ibrahim melalui anaknya Nabi Ismail as.
Rasulullah
saw pernah berkata ketika disebutkan sisilah keturunannya yang sampai pada
Adnan, sebagai berikut :
“Sesungguhnya
Allah memilih Kinanah dari anak Ismail, dan memilih Quraisy dari Kinanah, dan
memilih dari Quraisy akan turunan Hasyim, dan memilih saya dari turunan Hasyim,
maka aku terbaik, terpilih dari yang terbaik dari yang terbaik”
Biasanya yang kita hafalkan dan yang
kita tahu keturunan Nabi Muhammad saw ialah sampai ke Adnan saja. Tapi seorang
ahli sejarah yang bernama Ibnu Hisyam telah berhasil mendapatkan silsilah turunan
Rasulullah saw sampai kepada manusia pertama, bapak pertama yaitu Adam as.
Sebagai berikut :
“Adnan anak ‘Ud, anak Muqawwim, anak
Nahur, anak Tairah, anak Ya’rab, anak Yasyjub, anak Nabit, anak Ismail, anak
Ibrahim, anak Azar, anak Nahur, anak Sarugh, anak Ra’u, anak Falikh, anak
‘Aibar, anak Syalikh, anak Afrakh, anak Sam, anak Nuh, anak Lamk, anak
Mattusyakh, anak Idris, anak Yard, anak Mukhil, anak Qoinan, anak Yanis, anak
Syits, anak Adam as”.
Dikalangan bangsa suku Arab/bangsa
Quraisy adalah kabilah yang berkuasa dann sangat disegani serta dihormati;
karena merekalah yang berhak (berkuasa) untuk menjaga Ka’bah dan kota Makkah,;
sedang Ka’bah itu sendiri dianggap oleh seluruh bangsa Arab sejak zaman Nabi
Ibrahim dan Nabi Ismail. Karena kesuciannya, Ka’bah itu selalu merupakan tempat
aman bagi orang yang merasa ketakutan (sedang mendapat ancaman). Mereka
berlomba-lomba uuntuk bertempat tinggal disekitarnya. Karena anak-anak
keturunan Ismail yang memegang kekuasan atas Ka’bah itu, maka keturunan Ismail
dianggap turunan yang mulia dan terhormat. Kekuasaan dan kehormatan yang mereka
terima itu berupa :
a.
Merekalah yang berhak
memegang kunci-kunci Ka’bah yang mengurusinya.
b.
Mereka yang berwewenang
membagi-bagikan air minuman teaga zam-zam bagi orang-orang yang datang
menziarahi tempat suci itu.
c.
Mereka yang berhak menjamu
para utusan yang datang ke tempat itu.
d.
Mereka yang memimpin Darun
Nadwah (tempat pertemuan) yang dibangun disamping Ka’bah sebagai tempat
berkumpul (berunding) tahunan.
e.
Mereka yang berhak
menyimpan bendera perang dan mengibarkannya sebagai perintah perang.
f.
Yang memimpin perang atau
tentara di medan pertempuran.
Semua
kekuasaan dan penghormatan tersebut di atas berada ditangan kekuasaan Abdul
Muthallib bin Hasyim. Ia seorang yang berharta dan berwibawa atas kaumnya di
kota Makkah. Ia mempunyai 10 orang anak. Dari kesepuluh anak yang dicintai dan
disayanginya ialah anak yang paling bungsu yaitu Abdullah (bapak Nabi Muhammad
saw). Abdullah dipelihara dan dididik, secara istimewa. Ketika berumur 24
tahun, Abdullah dinikahkan dengan Siti Aminah (ibu Muhammad saw) anak Wahab;
sedang Wahab adalah pembesar dari golongan Bani Zuhrah. Setelah keduanya
dinikahkan dan beberapa hari berbulan madu, Abdullah berangkat ke Syam (kalau
sekarang Syiria) dalam urusan perdagangan (bisnis). Waktu ditinggal ke Syam
oleh Abdullah rupanya Aminah sudah hamil. Ketika Abdullah kembali dari Syam, ia
singgah di Madinah. Di situ ia jatuh sakit di rumah pamannya sendiri, lalu ia
meninggal dunia.
Perlu
disampaikan disini, bahwa bangsa/suku Quraisy itu terdiri dari 12 kabilah :
1.
Kabilah Bani Abdi Manaf
2.
Kabilah Bani Abdudar Ibnu
Qushay
3.
Kabilah Bani Asad Ibnu
Abdul Uzza Ibnu Qushay
4.
Kabilah Bani Zuhrah Ibnu
Kilab
5.
Kabilah Bani Makhzum Ibnu Yaqazhah Ibnu Murrah
6.
Kabilah Bani Taim Ibnu
Murrah
7.
Kabilah Bani Abdi Ibnu
Ka’ab
8.
Kabilah Bani Sahm Ibnu
Hushaish Ibnu Amrin Ibnu Ka’ab
9.
Kabilah Bani Amir Ibnu
Luay
10. Kabilah Bani Taim Ibnu Ghalib
11. Kabilah
Bani Al-Harits Ibnu Fihr
12. Kabilah
Bani Muharib Ibnu Fihr
*Dikutip
dari Kitab Siroh Nabawy
*Indahnya
berbagi,semoga bermanfaat, menambah ilmu juga wawasan serta menambah kecintaah
kita kepada Nabi Muhammad saw, keluarga serta sahabatnya. Menjadikan beliau
sebagai idola dan suri teladan bagi panutan kehidupan kita.
Sumedang,
Selasa 27 Agustus 2019
No comments:
Post a Comment